"Sementara sebagian orang sulit untuk tetap hidup, mengapa kita jadikan hidup kita menjadi sulit ?"
Di usianya yang ke 44, Ronny adalah seorang bankir terkemuka yang banyak dikagumi orang. Hidupnya penuh dengan kesuksesan.
Karir, istri yang sangat cantik, dua orang anak berparas ganteng dan cantik yang sekarang menginjak remaja. Rumahnya mewah
dan mobil sport bukanlah barang aneh buatnya. Siapapun yang melihat Ronny akan berpikir, "kapan aku bisa menjadi sepertinya."
Tapi siapa yang tahu, di kala orang menjulukinya Mr. Success, ia malah menjuluki dirinya Mr. Sad di dalam hatinya. Ia
sedih, karena tidak ada lagi yang bisa ia gapai dalam hidupnya. Ia sedih, karena ia sudah 'tahu' apa yang akan terjadi esok,
semua rutinitas yang tidak dapat ia nikmati. Kehidupan kantor sudah menjadi sinetron baginya. Ia harus terlihat angker di
hadapan bawahannya. Sementara ia harus terlihat begitu ceria dan bahagia di hadapan rekan - rekan bisnisnya. Sesuatu yang
sudah ia lakukan setiap hari selama 10 tahun. Ketika pulang ke rumah, ia harus memperlihatkan rasa sayangnya pada istrinya.
Ia harus menunjukkan betapa besar perhatiannya terhadap anak - anaknya. Ketika anak - anaknya mengajaknya untuk mengobrol,
ia tahu ujung - ujungnya sang anak akan minta uang atau berlibur ke luar negri. Ketika istrinya memijatinya, ia tahu tak lama
lagi sang istri akan bercerita bahwa ia baru saja membeli berlian atau pakaian pesta.
"Baik anak - anak, jangan lupa PRnya harus dikerjakan untuk besok. Dan jangan lupa, minggu depan kita ulangan",
begitu kata Daniel seorang guru matematika di depan siswa - siswanya. Daniel yang berusia 40 tahun, sudah mendapatkan penghargaan
20 tahun mengajar 2 tahun yang lalu. Ya, ia sudah 22 tahun mengajar.
Menurutnya hidup adalah begitu menyenangkan, sehingga ia sangat takut ketika melihat jarum panjang jam tangannya terus
bergerak detik demi detik. Ketika jam mengajarnya usai, ia bersemangat sekali menunggu angkutan kota yang akan membawanya
pulang ke rumah, bertemu dengan istri dan anaknya yang bungsu yang baru berusia 5 tahun. Demikian juga saat makan siang atau
makan malam bersama. Itu adalah waktu yang sangat 'berharga' baginya. Disana ia bisa tahu apa saja yang terjadi pada seluruh
anggota keluarganya. Tidak selalu hal yang menyenangkan, namun dia yakin semua masalah akan ada pemecahannya. Dan ketika ada
masalah 'datang', dia malah bergembira, karena dia tahu bahwa dia akan dapat memecahkan masalah itu dan dia juga yakin masalah
yang sama tidak akan terjadi lagi.
Di kalangan teman - temannya, Daniel adalah Mr. Poor. Orang yang tidak punya 'apa - apa'. Tapi di dalam hatinya Daniel
tahu dia adalah Mr. Happy, karena dia punya HARAPAN dan KEYAKINAN. Dia tahu bahwa besok akan lebih baik dari hari ini, dan
lusa pasti lebih baik dari hari esok. Semua ia hadapi dengan kegembiraan.
Dua cerita, dua keluarga, dua pria, dua kepala keluarga, dua orang yang harus mencari uang untuk kehidupan keluarganya,
dua orang yang harus mengambil keputusan yang tepat ketika masalah menimpa keluarga mereka, dua orang yang akan tertegun sesaat
ketika melihat wanita cantik, dua orang yang sehari harus makan tiga kali. Tapi mengapa hidup di mata Ronny dan di mata Daniel
begitu berbeda ???
Itulah kehidupan. Tuhan menciptakan manusia sebagai sesuatu yang sama. Sama - sama harus 'bersatu tubuh' dengan ibu mereka
selama 9 bulan, sebelum akhirnya harus keluar untuk menjadi individu yang baru. Yang membedakan mereka adalah alam bawah sadar
mereka. Alam bawah sadar Daniel berbentuk H yang membuatnya selalu Happy, sedangkan alam bawah sadar Ronny berbentuk S yang
membuatnya selalu Sad. Sayangnya di dunia yang serba maju dan penuh dengan alat - alat yang memberi kemudahan dalam kehidupan
manusia, manusia beralam sadar S ternyata lebih banyak dari manusia yang alam sadarnya H.
Mr. Happy dan Mr. Sad adalah teman dekat saya. Kadang - kadang kami bertemu bersamaan dan bercerita panjang lebar tentang
kehidupan kami. Anda tentu berpikir, saya ingin menjadi Mr. Happy dan menghindari Mr. Sad, karena naluri dasar manusia adalah
mencari KENIKMATAN dan menghindari KESENGSARAAN. Tapi anda salah, saya ingin sebagian menjadi Mr. Happy dan sebagian menjadi
Mr. Sad. Ya, saya serakah (itu juga sifat dasar manusia). Saya ingin kekayaan melimpah seperti Mr. Sad dan ingin kebahagiaan
melimpah ruah seperti Mr. Happy.
|